-->

Kamis, 08 November 2012

RUBAH NAMA BLOG KAMU JON...


Setelah Lama tidak buka blog...ehhh waktu buka namanya masih it-tkb.blogspot.com ...padahal; saya sudah kuliah...hehehe maklum sudah lama tidak buka dan entri blog lg...heheheh

ohh iya..tanpa panjang lebar....cekidot...untuk merubah nama blog kamu.

1. Masuk ke dashbor blog sobat.
2. Klik Setelan >> Dasar.
3. Cari bagian "Judul" lalu klik Edit. Silahkan ganti dengan nama blog yang sobat inginkan.
4. Simpan.


Source: http://amronbadriza.blogspot.com/2012/06/cara-mengganti-nama-blog.html#ixzz2BgWDT4h4

thank mas amron....jd bisa ganti nama blog nya nih...hahaha....jd sesuai nama FB saya..hehehhe

Penelitian Studi Kasus

buat yang lagi bingung bikin tugas tentang penelitian tentang sistem informasi mogo baca dulu nih....biar gak salah pengerjaannya


Proses Penelitian Studi Kasus

Seperti halnya pembahasan tentang pengertian dan jenis-jenis penelitian studi kasus yang berbeda-beda, pembahasan proses penelitian studi kasus juga berbeda-beda di antara para pakar. Pada umumnya perbedaan proses tersebut bersumber dari perbedaan cara pandang mereka terhadap kasus. Dengan kata lain, perbedaan proses dapat terjadi karena perbedaan paradigma yang digunakan di dalam penelitian studi kasus.

Dari kesimpulan pembahasan terhadap paradigma dan jenis-jenis penelitian studi kasus, dapat diketahui bahwa pada dasarnya penelitian studi kasus dapat dikelompokkan menjadi dua. Yang pertama adalah adalah penelitian studi kasus yang menggunakan paradigma postpositivistik. Jenis penelitian studi kasus ini lebih menekankan pada kasus sebagai obyek yang holistik sebagai fokus penelitian, seperti yang sring dijelaskan oleh Stake (2005) dan Creswell (2007). Sedangkan yang lain adalah penelitian studi kasus yang menggunakan paradigma penelitian positivistik. Penelitian studi kasus ini secara umum ditandai dengan penggunaan kajian literatur atau teori pada penelitiannya. Jenis penelitian ini khususnya adalah penelitian studi kasus terpancang (embedded) yang terikat pada penggunaan unit analisis, seperti yang ditunjukkan dan dijelaskan oleh Yin (2003a, 2009).


Sesuai dengan pendapatnya, yaitu bahwa proses penelitian studi kasus adalah penelitian yang terfokus pada kasus yang diteliti, Stake (2005) menekankan pada pentingnya kasus pada setiap tahapan proses penelitian studi kasus. Berdasarkan pendapatnya tersebut, Stake (2005, 2006) menjelaskan proses penelitian studi kasus adalah sebagai berikut:


1. Menentukan dengan membatasi kasus
. Tahapan ini adalah upaya untuk memahami kasus, atau dengan kata lain membangun konsep tentang obyek penelitian yang diposisika sebagai kasus. Dengan mengetahui dan memahami kasus yang akan diteliti, peneliti tidak akan salah atau tersesat di dalam menentukan kasus penelitiannya. Pada proposal penelitian, bentuknya adalah latar belakang penelitian. 

2. Memilih fenomena, tema atau isu penelitian. Pada tahapan ini, peneliti membangun pertanyaan penelitian berdasarkan konsep kasus yang diketahuinya dan latar belakang keinginannya untuk meneliti. Pertanyaan penelitian dibangun dengan sudah mengandung fenomena, tema atau isu penelitian yang dituju di dalam proses pelaksanaan penelitian.
3. Memilih bentuk-bentuk data yang akan dicari dan dikumpulkan. Data dan bentuk data dibutuhkan untuk mengembangkan isu di dalam penelitian. Penentuan data yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik kasus yang diteliti. Pada umumnya bentuk pengumpulan datanya adalah wawancara baik individu maupun kelompok; pengamatan lapangan; peninggalan atau artefak; dan dokumen.

4. 
Melakukan kajian triangulasi terhadap kunci-kunci pengamatan lapangan, dan dasar-dasar untuk melakukan interpretasi terhadap data. Tujuannya adalah agar data yang diperoleh adalah benar, tepat dan akurat.

5. 
Menentukan interpretasi-interpretasi alternatif untuk diteliti. Alternatif interpretasi dibutuhkan untuk menentukan interpretasi yang sesuai dengan kondisi dan keadaan kasus dengan maksud dan tujuan penelitian. Setiap interpretasi dapat menggambarkan makna-makna yang terdapat di dalam kasus, yang jika diintegrasikan dapat menggambarkan keseluruhan kasus. 

6. 
Membangun dan menentukan hal-hal penting dan melakukan generalisasi dari hasil-hasil penelitian terhadap kasus. Stake (2005, 2006) selalu menekankan tentang pentingnya untuk selalu mengeksploasi dan menjelaskan hal-hal penting yang khas yang terdapat di dalam kasus. Karena pada dasarnya kasus dipilih karena diperkirakan mengandung kekhususannya sendiri. Sedangkan generalisasi untuk menunjukkan posisi hal-hal penting atau kekhususan dari kasus tersebut di dalam peta pengetahuan yang sudah terbangun.
Berdasarkan pendapat Stake (1995, 2005, dan 2006), Creswell (2007) menjelaskan proses penelitian studi kasus secara lebih sederhana dan praktis, adalah sebagai berikut:

1. 
Tahapan pertama yang harus dilakukan oleh peneliti adalahmenentukan apakah pendekatan penelitian kasus yang akan dipergunakan telah sesuai dengan masalah penelitiannya. Suatu studi kasus menjadi pendekatan yang baik adalah ketika penelitinya mampu menentukan secara jelas batasan-batasan kasusnya, dan memiliki pemahaman yang mendalam terhadap kasus-kasusnya, atau mampu melakukan perbandingan beberapa kasus. 

2. 
Peneliti mengidentifikasikan kasus atau kasus-kasus yang akan ditelitinya. Kasus tersebut dapat berupa seorang individu, beberapa individu, sebuah program, sebuah kejadian, atau suatu kegiatan. Untuk melakukan penelitian studi kasus, Creswell (2007) menyarankan penelitinya untuk mempertimbangkan kasus-kasus yang berpotensi sangat baik dan bermanfaat. Kasus tersebut dapat berjenis tunggal atau kolektif; banyak lokasi atau lokasi tunggal; terfokus pada kasusnya itu sendiri atau pada isu yang ingin diteliti (intrinsic atau instrumental) (Stake, 2005; Yin, 2009). Creswell (2007) juga menyarankan bahwa untuk menentukan kasus dapat mempertimbangkan berbagai alasan atau tujuan, seperti kasus sebagai potret (gambaran contoh yang bermanfaat maksimal); kasus biasa; kasus yang terjangkau; kasus yang berbeda dan sebagainya.

3. 
Melakukan analisis terhadap kasus. Analisis kasus dapat dilakukan dalam 2 (dua) jenis, yaitu analisis holistik (holistic) terhadap kasus, atau analisis terhadap aspek tertentu atau khusus dari kasus (embedded) (Yin, 2009). Melalui pengumpulan data, suatu penggambaran yang terperinci akan muncul dari kajian peneliti terhadap sejarah, kronologi terjadinya kasus, atau gambaran tentang kegiatan dari hari-ke hari dari kasus tersebut. 
Setelah menggambarkan secara holistik, kajian dilakukan lebih terperinci pada beberapa kunci atau tema yang terdapat di balik kasus, yang dilakukan dengan maksud tidak untuk melakukan generalisasi, tetapi lebih banyak untuk mengungkapkan kompleksitas kasus. Caranya dapat dilakukan dengan mengkaji isu-isu yang membentuk kasus, yang diikuti dengan menggali tema-tema yang berada di balik isu tersebut. Kajian ini bersifat sangat kaya terhadap penjelasan tentang konteks atau seting dari kasus tersebut (Yin, 2009). Ketika melakukan penelitian studi kasus jamak, format kajian pertama yang dilakukan adalah kajian terhadap setiap kasus terlebih dahulu untuk mengambarkan isu-isunya dan tema-temanya secara terperinci, yang disebut sebagai within-case analysis (Yin 2009). Selanjutnya, tema-tema hasil kajian per-kasus dikaji saling-silangkan dengan menggunakan analisis saling-silang kasus, atau yang disebut sebagai sebuah cross-case analysis, dan melakukan pemaknaan serta mengintegrasikan makna-makna yang berhasil digali dari kasus-kasus tersebut.

4. 
Sebagai tahapan akhir analisis interpretif, peneliti melaporkan makna-makna yang dapat dipelajari, baik pembelajaran terhadap isu yang berada di balik kasus yang dilakukan melalui penelitian kasus instrumental (instrumental case research), maupun pembelajaran dari kondisi yang unik atau jarang yang dilakukan melalui penelitian studi kasus mendalam (intrinsic case study research). Menurut Lincoln dan Guba (1985), tahapan ini disebut sebagai tahapan untuk menggali pembelajaran terbaik yang dapat diambil dari kasus yang diteliti.

Berdasarkan penjelasan proses penelitian studi kasus yang dijelaskan oleh Creswell (1998), Hancock dan Algozzine (2006) memberikan pandangan mereka tentang proses penelitian studi kasus. Meskipun demikian, pada kenyataannya, penjelasannya mereka relatif jauh berbeda dengan konsep proses penelitian studi kasus Creswell (1998) yang cenderung berdasarkan paradigma postpostivistik. Sementara itu, mereka lebih cenderung memandang penelitian studi kasus sebagai penelitian yang berdasarkan kepada paradigma positivistik, karena menempatkan kajian teori pada bagian awal penelitian. Berikut ini adalah penjelasan Hancock dan Algozzine (2006) tentang proses penelitian studi kasus, sebagai berikut:


1. 
Mempersiapkan panggung. Tahapan ini adalah tahapan pertama yang harus dilakukan oleh seorang peneliti studi kasus. Tahapan ini bertujuan untuk mempersiapkan berbagai hal yang perlu diketahui sebagai bekal peneliti untuk melakukan penelitian studi kasus. Persiapan tersebut meliputi pengetahuan dan ketrampilan peneliti di dalam menjalankan penelitian studi kasus. Hancock dan Algozzine (2006) menyarankan untuk memahami karakteristik penelitian studi kasus, sehingga peneliti dapat memastikan bahwa pendekatan dan metoda penelitian studi kasus adalah tepat untuk penelitiannya.

2. 
Menentukan apa yang telah diketahui. Tahapan ini dilakukan dengan melakukan kajian teori dari literatur. Tujuannya adalah untuk membangun konsep dasar penelitian, menentukan pentingnya penelitian; pertanyaan penelitian; mengkaji kelebihan dan kelemahan pendekatan dan metoda penelitian lain yang pernah dipergunakan untuk meneliti isu atau kasus yang sama; penentuan pendekatan dan metoda penelitian studi kasus; menentukan gaya atau bentuk yang akan dipergunakan oleh peneliti untuk mengembangkan pengetahuan yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan teori sebagai pengetahuan yang terdapat di dalam litreratur sebagai acuannya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan kutipan berikut ini:
Your purposes in reviewing the literature are to establish the conceptual foundation for the study, to define and establish the importance of your research question, to identify strengths and weaknesses of models and designs that others have used to study it, and to identify the style and form used by experts to extend the knowledge base surrounding your question (Hancock dan Algozzine, 2006, 26).

3. 
Menentukan rancangan penelitian. Pada tahapan ini, peneliti menentukan rancangan penelitian yang tepat terhadap maksud dan tujuan penelitiannya, serta khususnya terhadap kasus yang ditelitinya. Di dalam menentukan rancangan penelitian, hal perlu dilakukan adalah menentukan jenis penelitian studinya. Jenis-jenis tersebut dapat berupa apakah penelitian studi kasus yang dipilih berupa penelitian studi kasus tunggal, majemuk, mendalam, holistik, dan sebagainya. Untuk menentukan hal tersebut, Hancock dan Algozzine (2006) menyarankan untuk mempertimbangkan fungsi kasus di dalam penelitian, apakah sebagai lokus atau instrumen; karakteristik penelitiannya, seperti mengungkapkan, menggambarkan atau menjelaskan sesuatu; dan disiplin ilmu dari penelitiannya. Jenis penelitian studi kasus yang dipilih akan menentukan rancangan penelitiannya, termasuk jenis data yang dibutuhkan, metoda pengumpulan data, dan metoda analisisnya.

4. 
Mengumpulkan informasi melalui wawancara. Pada tahapan ini, peneliti melakukan pengumpulan data, khususnya melalui metoda wawancara. Wawancara merupakan metoda utama di dalam penelitian studi kasus kualitatif pada khususnya, dan pendekatan penelitian kualitatif pada umumnya. Bentuk-bentuk wawancara dapat berupa wawancara individu maupun kelompok. Untuk melakukan tahapan ini, peneliti harus mempersiapkan panduan wawancara, yang dikembangkan dai hasil kajian literatur. Disamping itu, peneliti juga harus menentukan sumber informasi dan teknik-teknik wawancara. Pelaksanaan wawancara dilakukan pada saat sumber informan di lokasi sebagaimana ia melakukan kegiatan sehari-harinya.

5. 
Mengumpulkan informasi melalui pengamatan lapangan. Pada tahapan ini, peneliti melakukan pengamatan terhadap berbagai obyek pada kondisi nyata di kejadian sehari-harinya. Obyek yang diamati bermacam-maca, dapat berupa kondisi lingkungan kasus, individu atau kelompok orang yang sedang melakukan kegiatan yang terkait dengan unit analisis, dan operasionalisasi suatu peralatan. Di dalam pengamatannya, peneliti mencatat dan memberikan tema atas obyek atau kejadian yang diamatinya.

6. 
Merumuskan dan menginterpretasikan informasi. Pada tahapan ini, peneliti melakukan perumusan dan interpretasi atas informasi yang dilakukannya. Seperti halnya pendekatan penelitian kualitatif pada umumnya, peneliti melakukan perumusan dan interpretasi tidak dilakukan pada akhir pengumpulan data, tetapi dilakukan selama melakukan pengumpulan data, baik wawancara maupun pengamatan lapangan. Sehingga pada tahapan akhir penelitian, peneliti dapat memperoleh hasil akhir dari kesinambungan proses interpretasi atas informasi yang didapatkannya selama melakukan penelitian. Hancock dan Algozzine (2006) menyarankan agar selama melakukan penelitian studi kasus, peneliti selalu memfokuskan kepada upaya untuk selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian, agar tidak melenceng dari maksud dan tujuan penelitiannya. Hal ini diperlukan karena penelitian akan mendapatkan banyak sekali informasi selama melakukan penelitian, sehingga seringkali dapat membelokkan fokus penelitian dari maksud dan tujuannya.

7. 
Menyusun laporan penelitian. Tahapan ini merupakan tahapan terakhir dari penelitian studi kasus. Pada tahapan ini, penulis menuangkan hasil penelitiannya dalam laporan dengan urutan yang logis dan dapat dicerna oleh pembacanya. Hancock dan Algozzine (2006) menyatakan ada 3 (tiga) strategi yang dapat dipergunakan untuk menyusun laporan penelitian studi kasus, yaitu analisis tematik, analisis kategorial dan analisis naratif. Strategi analisis tematik adalah memberikan pelaporan dengan menekankan pada jawaban-jawaban atas pertanyaan penelitian, sehingga menghasilkan tema-tema pelaporan yang sesuai dengan pertanyaan penelitian. Karena kemudahannya, strategi ini sangat tepat digunakan oleh peneliti pemula. Sementara itu strategi analisis kategorial berupaya untuk mengembangkan pelaporan pada penelitian studi kasus jamak yang menghasilkan kategori-kategori atas unit-unit analisis atau kasus-kasus yang diteliti. Sementara itu, strategi analisis naratif adalah pelaporan yang menjelaskan dan menggambarkan kembali data-data yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian berdasarkan maksud dan tujuan penelitinya.

Sementara itu, Yin (2003a, 2009) membagi proses penelitian menjadi 2 (dua) jenis, yaitu proses penelitian studi kasus tunggal dan proses penelitian studi kasus jamak. Kedua proses tersebut pada dasarnya mengacu pada proses dasar yang sama. Perbedaannya adalah pada jumlah kasus pada penelitian studi kasus jamak yang lebih dari satu, sehingga membutuhkan replikatif proses yang lebih panjang untuk mengintegrasikan hasil-hasil kajian dari tiap-tiap kasus. Untuk lebih jelasnya, proses penelitian studi kasus menurut Yin (2009) adalah sebagai berikut:


1. 
Mendefinsikan dan merancang penelitian. Pada tahap ini, peneliti melakukan kajian pengembangan teori atau konsep untuk menentukan kasus atau kasus-kasus dan merancang protokol pengumpulan data. Pada umumnya, pengembangan teori dan konsep digunakan untuk mengembangkan pertanyaan penelitian dan proposisi penelitian. Proposisi penelitian memiliki posisi yang mirip dengan hipotesis, yaitu merupakan jawaban teoritis atas pertanyaan penelitian. Merkipun demikian, proposisi lebih cenderung menggambarkan prediksi konsep akhir yang akan dituju di dalam penelitian. Proposisi merupakan landasan bagi peneliti untuk menetapkan kasus paa umumnya dan unit analisis pada khususnya. Tahapan ini sama untuk penelitian studi kasus tunggal maupun jamak.

2. 
Menyiapkan, mengumpulkan dan menganalisis data. Pada tahap ini, peneliti melakukan persiapan, pengumpulan dan analisis data berdasarkan protokol penelitian yang telah dirancang sebelumnya. Pada penelitian studi kasus tunggal, penelitian dilakukan pada kasus terpilih hingga dilanjutkan pada tahapan berikutnya. Pada penelitian studi kasus jamak, penelitian pada setiap kasus dilakukan sendiri-sendiri hingga menghasilkan laporan sendiri-sendiri juga.

3. 
Menganalisis dan Menyimpulkan. Tahapan ini merupakan tahapan terakhir dari proses penelitian studi kasus. Pada penelitian studi kasus tunggal, analisis dan penyimpulan dari hasil penelitian digunakan untuk mengecek kembali kepada konsep atau teori yang telah dibangun pada tahap pertama penelitian. Sementara itu, pada penelitian studi kasus jamak, analisis dan penyimpulan dilakukan dengan mengkaji saling-silangkan hasil-hasil penelitian dari setiap kasus. Seperti halnya pada penelitian studi kasus tunggal, hasil analisis dan penyimpulan di gunakan untuk menetapkan atau memperbaiki konsep atau teori yang telah dibangun pada awal tahapan penelitian.

Untuk lebih jelasnya, proses penelitian studi kasus menurut Yin (2003a, 2009) tersebut dapat dilihat pada gambar diagram berikut ini:











Gambar: Proses Penelitian Studi Kasus (Sumber: Yin, 2009, 57)

Rabu, 19 Januari 2011

Setting Harga Billing Handy Cafe

Zcasczx

WinSCP Tutorial

Introduction

WinSCP is a secure file copying program for Windows. This tutorial includes:
  1. Getting Started
    1. Get & Install WinSCP (first time only)
    2. Set Up WinSCP to Connect to Acme (first time only)
  2. Connect to Acme
  3. Transfer Files to & from Acme
  4. Disconnect from Acme

Getting Started

The following steps will get you started using WinSCP for the first time. After that, you will not need to go through the first steps again (unless you want to transfer files to computers other than Acme).

Get & Install WinSCP

First, download WinSCP (here) to your desktop. Once it's downloaded, minimize this window, double-click the installer, and click Next until the installation is complete.
If WinSCP doesn't start automatically when the installation is complete, run it by clicking Start, Programs, WinSCP2, WinSCP2.
You should see this screen (Fig. 1) when WinSCP first starts up. If you don't, it's probably because you're a PuTTY user and already have PuTTY sessions saved; nevertheless, click Session in the left pane of the screen so that you see the screen shown here.

Fig. 1: Blank Session Screen
The next section explains how to configure this screen (and other settings) to set up your session preferences for Acme.

Set Up WinSCP to Connect to Acme

To configure WinSCP to connect to another system, you first have to tell it some basic information about what you want to do. Fill in the text fields on the Session screen. You do not need to change the Port number, and you do not need a Private key file.
You should now have a completed Session panel similar to Figure 2.

Fig. 2: Completed Session Screen
Warning! Skipping the next paragraph will cause you and your TA a big headache. Don't skip it.
The following error is caused by failing to follow the instructions in the next paragraph:
Error skipping startup message.
(Details: Can't detect command return code.)
Now find and select the Advanced options checkbox at the bottom left corner of the WinSCP window; more options appear in the left pane. Among them is Shell; click it.
To the right, now, you will see that the top entry box says Shell. Change this option from Default to Enter, and type /bin/sh in the text field, as shown in Fig. 3. Leave everything else unchanged.

Fig. 3: Customized Shell Screen
Finally, you're done setting up the connection. It's time to save so you won't have to do this every time! So, uncheck the Advanced options checkbox in the bottom left corner of the window, and then select Stored sessions in the left pane, as shown in Fig. 4.

Fig. 4: The Stored sessions Screen
Click Save on the right side of this window. In the Save session as, enter acme.gatech.edu, as shown in Fig. 5, and click OK.
Fig. 5: The Save session as Window
All right, you're finished setting up your connection to Acme... now continue on to learn how to connect and transfer files!

Connect to Acme

To connect to Acme, simply select Stored sessions in the left pane of the WinSCP window, then select your connection to acme.gatech.edu in the right side (it's probably the only one), and, finally, hit the Login button at the bottom (see Fig. 6). You might be prompted for your password again; if so, enter it.

Fig. 6: The Stored sessions Screen with a Saved Session

Transfer Files to & from Acme

Once connected to Acme, WinSCP will present you with a view similar to that shown in Fig. 7. The files in the listing are all of the files in your home directory on Acme; this is often referred to as the remote file listing.

Fig. 7: WinSCP Remote File Listing
Transferring files with WinSCP is as simple as dragging the file from a folder on your computer into the WinSCP window, or vice versa. Let's try it:
  1. On your desktop, create a file called winscp-test.txt. Type something short into this file (e.g., "Hello!") and save it.
  2. Now, drag the file from your desktop into the WinSCP window, and drop it (let go of the left mouse button). You will be prompted with a Copy dialog box. This is just to confirm that you really want to copy the file; hit OK.
  3. The file now shows up in the remote file listing. You've just copied the file from your computer to Acme!
  4. To transfer a file from Acme back to your computer, you simply reverse the process. First, delete the file winscp-test.txt from your Desktop.
  5. Then, drag the file from the WinSCP window (Acme) back to your Desktop. You will be presented with another confirmation window, just as before; confirm by clicking the Copy button.
  6. The file will be transferred back to your Desktop. Open it to see it's the same as the one you just created, only this one has been copied to Acme and back again.
In short, for any file you want to transfer to Acme, just connect with WinSCP and drag it into the WinSCP window. Very simple!

Disconnect from Acme

This isn't really a step at all! Just close WinSCP when you're finished, and it disconnects from Acme automatically.

Server AppServ Untuk Web

Download Appserv
appserv lokal host Awal dari AppServ.
Appserv tidak di dukung oleh Pemerintahan Thailand ataupun perusahaan tetapi program ini terinspirasi oleh Phanupong Panyadee (Yayasan AppServ). Konsep dari AppServ adalah Cara mudah untuk menginstal Apache, PHP, MySQL dalam 1 menit.Banyak orang di dunia ini mempunyai masalah ketika Install Apache, PHP, MySQL karena butuh waktu lama untuk mengkonfigurasi dan kadang kala dapat menyebabkan pusing.Distribusi pertama kali di sediakan pada tanggal 9 Oktober 2001.Banyak orang menggunakan AppServ dan berkembang dimana saja di dunia ini. Saat ini website Appserv tersedia dalam bahasa Thailand dan Inggris. Untuk Kedepannya AppServ akan menyediakan bahasa-bahasa di dunia.
AppServ adalah fitur penuh dari Apache, MySQL, PHP, phpMyAdmin. Anda dapat install dalam 1 menit.
Download Appserv
Paket AppServ
- Apache
- PHP
- MySQL
- PhpMyAdmin
Semua paket download dari Official Binary Release. Tujuan AppServ hanya membuat mudah untuk setup. Kami tidak menyediakan hal lainnya selain dari Official Binary Release package. Karena kami merasa bahwa Official Binary Release bekerja lebih baik daripada program individu atau biner pihak ketiga.
AppServ mempunyai konfigurasi khusus saat install, Apache mengkonfigurasi httpd.conf, konfigurasi MySQL my.ini, konfigurasi PHP php.ini. AppServ memberi garansi bahwa semua isi AppServ dapat bejalan stabil seperti Official Apache, PHP, MySQL Release.
Tujuan dari Appserv adalah Mudah untuk menginstal. Anda dapat membuat web server, database server dalam 1 menit beberapa pertanyaan AppServ dapat menjadi Produksi nyata Web Server atau Database Server. Kami dapat memberitahu Anda Ya! 100% dapat membuat Appserv menyediakan Produksi Server. Tetapi Windows OS tidak cukup baik untuk beban berat pada Anda memori web atau database server.Windows OS menggunakan arsitektur lebih dan penggunaan CPU kami sarankan Anda untuk menggunakan Linux / Unix untuk servis berat beban kerja. Karena Linux / Unix memiliki kecepatan yang lebih dan memerlukan sedikit memori dan penggunaan CPU. Jika Anda membandingkan menyerang ketika menggunakan Windows OS dan Linux / Unix anda dapat menemukan perbedaan yang sangat kecepatan. misalnya Windows dapat melayani 1000 user per detik tetapi Linux / Unix OS dapat menangani lebih dari 1000 user per detik dan makan sedikit memori dan cpu.
Seberapa beda versi dari AppServ.
Versi Appserv
2.4.x adalah versi Superb kerja yang stabil bagi pengguna semua, dengan cara versi ini menggunakan PHP 4.x karena berjalan baik dengan code PHP yang lama.
2.5.x adalah fungsi Rock. Versi ini menyediakan terbaru dan eksperimental dari Apache, PHP, MySQL.
Merekomendasikan untuk Appserv
Kami menganjurkan untuk semua pengguna AppServ. Anda tidak meng-upgrade ke versi baru setiap kali ketika dirilis. Anda harus memilih beberapa versi untuk pekerjaan Anda jika Anda berpikir versi ini stabil untuk Anda. Versi baru belum berarti bagus.

Selasa, 18 Januari 2011

Wednesday, January 19, 2011 Belajar Membuat Animasi

Perkembangan teknologi komputer demikian pesatnya, yang memiliki fungsi awal sebagai alat bantu dalam menyelesaikan persoalan dan masalah dalam segala bidang kemudian memasuki fungsi sebagai penghibur. Hal ini ditandai dengan banyak produk-produk yang berbasis komputer dalam dunia hiburan. Salah satu dunia hiburan yang banyak diminati adalah kartun.
Penggunaan komputer untuk menghasilkan kartun yang professional sudah dilakukan diawali dengan kartun-kartun yang dibuat Hollywood Amerika Serikat yang menggunakan komputer. Di Indonesia sendiri bermunculan forum-forum yang membahas tentang animasi kartun ini dan beberapa perusahaan-perusahaan yang memfokuskan diri di bidang animasi kartun.
Pembuatan animasi kartun ini jika ditekuni akan dapat menciptakan peluang-peluang kerja baru di Indonesia. Dalam skripsi ini akan digambarkan cara membuat animasi kartun dengan menggunakan Macromedia Flash MX.

Download Tulisan Lengkap: ekopurwanto-animasi.zip

Tutorial Flash Mx bagi Pemula

Pernahkah anda melihat gambar yang bergerak-gerak ketika pertama kali masuk mengunjungi sebuah situs?atau pernahkah anda melihat kartun yang setiap hari ditayangkan di televisi kesayangan anda?Mungkin anda bertanya-tanya bagaimana cara membuatnya bukan?
Melalui tutorial berikut saya akan mengajak anda jalan-jalan ke dunia animasi dimana anda dapat berkhayal, berimajinasi bahkan mengimplementasikannya. Kali ini saya akan memperkenalkan anda dengan sebuah aplikasi yang cukup menyenangkan yang bernama Flash MX. Flash MX merupakan bagian dari keluarga Macromedia yang digunakan sebagai aplikasi pembuat animasi. Di bawah ini merupakan aplikasi yang termasuk ke dalam keluarga Macromedia.
Aplikasi-aplikasi Macromedia:
- Flash MX.
- Fireworks.
- Dreamweaver.
- Freehand.
Seiring dengan perkembangan zaman maka Flash MX disesuaikan sesuai kebutuhan akan pembuatan sebuah aplikasi web disamping pembuatan animasi.
Tertarik dengan pembuatan animasi? Silahkan ikuti tutorial Flash MX berikut ini.

Download Tulisan Lengkap: yanis-flashpemula.zip